Pengusaha Sukses

Milenial Wajib Perhatikan 5 Hal Ini Sebelum Memulai Bisnis

Hal ini bertujuan untuk mengatasi berbagai tantangan dan masalah yang mungkin saja terjadi dalam bisnis yang dijalankan. Maka, jika selama ini kita mendengar idiom “uang tidak kenal teman”, barangkali dalam konteks bisnis akan lebih kita pahami. “Bentuk-bentuk potensi mereka inilah yang sepatutnya dapat kita gali sekaligus kita berdayakan untuk mengembangkan usaha sesuai dengan kapasitas yang mereka miliki,” tulis Kompasianer Adib Mawardi, mengingatkan. Berangkat dari munculnya kekhawatiran seseorang untuk berbisnis dengan menggunakan jasa seorang teman, sejatinya memang beralasan. KOMPASIANA—Dengan ruang gerak yang semakin terbatas, rasa-rasanya mencoba berbisnis dengan teman sendiri bisa dijadikan pilihan. Berwirausaha nampaknya sudah menjadi impian sebagian masyarakat, terutama mereka yang memang memiliki ardour untuk berbisnis.

Untuk itu, memiliki associate dengan jaringan bisnis yang luas tentu akan menambah peluang kesuksesan bisnis anda dengannya. Setidaknya, dalam sebuah tim rintisan bisnis harus ada orang yang bisa menciptakan produk, memasarkan produk, serta yang bisa memanajemen bisnis. Semua peran tersebut bisa dilakukan oleh minimal dua orang yang berkomitmen membangun bisnis dari nol.

Berbisnis dengan parter

Dengan mengajak rekan untuk melakukan bisnis bersama, kita bisa melakukan sharing modal dan risiko. Memang menyenangkan jika bisa memulai bisnis bersama teman, apalagi teman yang sudah dikenal dekat. Namun demikian, membangun wirausaha dengan rekan bisnis tidak semudah apa yang dipikirkan. Visi dan misi sangat erat kaitannya dengan pencapaian bisnis. Oleh karena itu, agar bisnismu berjalan lancar kamu harus memilih rekan bisnis yang tepat dan memiliki kesamaan tujuan dalam berwirausaha.

Kontrak wajib diperbarui setiap terjadi penambahan modal sebagai imbas usaha yang makin berkembang. Apabila landasan utama sudah kuat, tentu lebih gampang menentukan arah gerak roda usaha, begitu pula dalam pembagian keuntungan menurut pembagian tugas masing-masing. Keputusan sektor publik secara signifikan memengaruhi bisnis dan industri kami, begitu pula masyarakat tempat kami beroperasi. Visa berkomitmen untuk berbisnis dengan bertanggung jawab dan menetapkan standar etika yang tinggi di seluruh perusahaan kami. Kami meyakini bahwa kepercayaan klien investor, pemegang kartu, merchant, dan lembaga keuangan perlu diperjuangkan. Oleh karena itu, Visa menerapkan standar tertinggi dalam perilaku profesional dan personal, serta selalu berupaya untuk bertindak secara terbuka dan transparan.

Kalau ini yang terjadi, rasanya mustahil untuk bisa sampai dengan selamat ke tujuan. Membangun bisnis bersama memerlukan keselarasan pikiran dan tujuan. Untuk bisa mencapai objectives yang diinginkan, kamu perlu menyatukan pendapat dengan rekan kerjamu. Karena itu pastikan partner mu adalah orang yang bisa mengontrol egonya, dan terbuka pada saran dan kritik.

Memang, untuk mencapai tingkatan itu, perlu proses yang tidak sebentar. Ini yang membuat sebagian orang memilih rekan-rekan yang sudah lama dikenal untuk dijadikan mitra usaha. Jika diamati, dewasa ini, banyak orang yang tertarik menjalankan sebuah usaha. Sayangnya, tidak sedikit yang harus gulung tikar karena berbagai faktor.

Style Tropical dari Emporio Architect cocok bagi Anda di negara tropis dan subtropis yang menginginkan ruang yang lega, terang dan minim sekat. Anda dapat memilih berbagai Style Tropical yang bercitarasa tinggi dan elegan dipadukan dengan berbagai Style Favourite Dunia yang disempurnakan. Komposisi ruang dioptimalkan agar membuat hidup Anda dan keluarga lebih prosfektif, lebih efektif, lebih harmonis, lebih nyaman, bahkan lebih romantis. Anda akan mendapatkan kemewahan yang bermakna, apapun keyakinan Anda. Rumah yang nyaman merupakan bentuk nyata dari kasih dan kepedulian Anda terhadap keluarga.

Untuk mendapatkan partner bisnis yang tepat, seorang pebisnis perlu melakukan riset tentang calon associate bisnisnya. Seorang pebisnis harus memeriksa latar belakang dari calon companion bisnisnya secara menyeluruh. Sebisa mungkin untuk mencatat semua kesepakatan dengan rekan bisnis dalam kontrak perjanjian secara resmi atau hitam di atas putih. Salah satu yang paling jadi perhatian adalah menyangkut pembagian keuntungan. Bicarakan di awal terkait hal tersebut, masing-masing pihak harus mendapatkan keuntungan yang berimbang yang didasari atas penyertaan modal dan kontribusi lainnya.